Tips Menghemat Listrik di Rumah

24 October 2018

Tips Menghemat Listrik di Rumah
  • Tips Menghemat Listrik di Rumah

Listrik merupakan salah satu energi yang paling banyak digunakan dan memiliki kontribusi yang besar terhadap keberlangsungan hidup manusia. Untuk kebutuhan rumah tangga misalnya, tanpa adanya listrik aktivitas di rumah tidak bisa dilaksankan, mulai dari mencuci, memasak, hingga membersihkan rumah semuanya membutuhkan energi listrik. Melihat begitu vitalnya peran energi listrik ini, tidak heran jika tagihan listrik rumah tangga dapat membengkak seketika. Oleh sebab itu, diperlukan tindakan penghematan penggunaan listrik seperti halnya yang sudah gencar disampaikan oleh pemerintah. Penghematan penggunaan listrik untuk rumah tangga tidak semata-mata hanya untuk mengurangi beban tagihannya saja, tetapi juga sebagai wujud kontribusi kita dalam menjaga keseimbangan alam, mengingat isu pemanasan global yang kian meresahkan.

            Setiap rumah tangga dapat berperan dalam mengurangi pemakaian eneri listrik melalui perubahan dalam kebiasaan sehari-hari. Seringkali, kita tidak menyadari bahwa kebiasaan yang kita lakukan ternyata merupakan perilaku boros listrik. Dalam memperingati Hari Listrik Nasional yang jatuh pada tanggal 27 Oktober, berikut ini terdapat beberapa tips yang dapat anda praktekan untuk menghemat penggunaan listrik di rumah.

  1. Cabut kabel atau peralatan lainnya dari saklar saat tidak digunakan

Jangan biarkan peralatan terpasang pada saklar anda jika sedang tidak digunakan meskipun saklar dalam keadaan off. Karena listrik akan tetap dalam keadaan mengalir, artinya listrik akan terbuang sia sia.

  1. Penggunaan lampu

Untuk menghemat penggunaan lampu anda dapat menyiasatinya dengan memanfaatkan sinar matahari sebagai sumber penerangan pada saat siang hari. Selain itu pemilihan lampu yang tepat juga memiliki kontribusi yang besar dalam menghemat listrik. Lampu jenis LED (light-emitting diode) lebih hemat energy dibandingkan dengan lampu bohlam. Untuk menghasilkan tingkat penerangan yang sama, bohlam memerlukan hampir 10 kali lipat energi listrik lampu LED. Contohnya, bohlam 60W setara dengan LED 7W. Harga lampu LED memang lebih tinggi, tetapi jauh lebih menguntungkan dalam jangka panjang dan 40 kali lebih awet daripada bohlam.

  1. Penggunaan kulkas

Kulkas merupakan perangkat yang selalu menyala dalam keadan 24 jam. Untuk mengehemat penggunaan listrik pada kulkas pastikan anda selalu menutup rapat pintu kulkas anda, tidak mengisi kulkas hingga terlalu penuh dan memasukan makanan/minuman dalam kondisi panas ke dalam kulkas. Tujuan dari ketiga hal diatas adalah agar kulkas tidak “bekerja keras” untuk mempertahankan suhu dingin di dalamnya. Dengan demikian, kulkas juga tidak akan membutuhkan daya lebih untuk mempertahankan suhu kulkas. Selain itu, pastikan anda membersihkan kondensor secara rutin serta tidak meletakkan kulkas terlalu dekat dengan tembok agar sirkulasi udara pada bagian belakang kulkas lebih lancer.

  1. Penggunaan Komputer

Ada baiknya anda mengganti perangkat komputer anda menjadi laptop. Karena komputer desktop ternyata mengonsumsi listrik 5 kali lebih besar daripada laptop. Selain itu anda juga dapat  dapat men-setting perangkat anda dengan tingkat resolusi kecerahan yang rendah dan tidak membiarkan perangkat berada dalam kondisi standby terlalu lama. Karena dalam konisi tersebut aliran listrik pada perangkat masih berjalan seperti biasa, padahal tidak sedang digunakan.

  1. Pemilihan genteng yang tepat

Taukah anda dengan memilih atap yang tepat dapat membuat suhu dalam ruangan menjadi sejuk, sehingga meminimalisir penggunaan perangkat pendingin ruangan seperti AC maupun kipas angin. Genteng yabg berbahan dasar tanah liat, seperti M-Class di desain khusus untuk negara tropis, karena dapat menghambat proses konduksi (penyaluran panas) matahari kedalam ruangan, sehingga suhu dalam ruangan tetap terjaga. Genteng M-Class bekerja layaknya “perisai” yang dapat melindungi anda dan keluarga di rumah.